Janganlah Menjadi Daun Yang Diterbangkan Angin
📚 Buku Saudariku Aku Menggugah Rasa Malumu
Saudariku tercinta, waspadalah terhadap karakter wanita yang
mengikuti secara membabi buta setiap berita atau tren baru yang
berasal dari Zionis. Engkau memiliki martabatmu sendiri dan
kepribadian bebas yang membedakanmu dengan yang lainnya. Jika engkau ingin
mengikuti sebuah contoh (keteladanan), temukanlah dalam biografi para
sahabat wanita yang mulia dan suci. Engkau harus melihat kepada para Da’i
yang shalih dan takut kepada Allah karena merekalah yang lebih patut kita
nantikan, berkumpul dan diikuti keteladannya. Mereka adalah penerang jalan
kepada petunjuk dan dengan kebersamaan mereka adalah yang terbaik di
kehdiupan sekarang dan akhirat kelak.
Jangan ikuti, saudariku, para dai yang buruk yang mengajak pada kerusakan yang membual dengan kejahatan... mereka yang merampas pakaian kemuliaan malu. Demi Allah, apa yang membuat hati menangis dan mengiris jiwa dengan duka cita adalah melihat wanita Muslimah... jika dia melihat rekan buruknya mengenakan pakaian ketat, pendek dan transparan dia (pun) mengenakannya dan mengikuti mereka. Jika dia melihat mereka mengenakan celana ketat yang mengundang dan membuka pakaiannya terkadang bahkan memperlihatkan kemaluannya, paha dan pinggulnya, dia membeo kepada mereka! Dia tidak menegakkan hukum syariat dalam pakaiannya juga tidak perduli apa yang dipandang Allah baik baginya. Sebaliknya dia mengikuti apa yang disebut ’kemajuan’ dan tidak memiliki keinginan untuk beralih dari prosesi peradaban dan pembangunan dan melihat setiap penyimpangan sebagai penindasan, kemunduran dan keterbelakangan meskipun sumber dari kemunduran, keterbelakangan, kekalahan dan kepolosan sebenarnya berada dalam konsep, pembawaan dan perbuatannya.
Bagikan ini :
Jangan ikuti, saudariku, para dai yang buruk yang mengajak pada kerusakan yang membual dengan kejahatan... mereka yang merampas pakaian kemuliaan malu. Demi Allah, apa yang membuat hati menangis dan mengiris jiwa dengan duka cita adalah melihat wanita Muslimah... jika dia melihat rekan buruknya mengenakan pakaian ketat, pendek dan transparan dia (pun) mengenakannya dan mengikuti mereka. Jika dia melihat mereka mengenakan celana ketat yang mengundang dan membuka pakaiannya terkadang bahkan memperlihatkan kemaluannya, paha dan pinggulnya, dia membeo kepada mereka! Dia tidak menegakkan hukum syariat dalam pakaiannya juga tidak perduli apa yang dipandang Allah baik baginya. Sebaliknya dia mengikuti apa yang disebut ’kemajuan’ dan tidak memiliki keinginan untuk beralih dari prosesi peradaban dan pembangunan dan melihat setiap penyimpangan sebagai penindasan, kemunduran dan keterbelakangan meskipun sumber dari kemunduran, keterbelakangan, kekalahan dan kepolosan sebenarnya berada dalam konsep, pembawaan dan perbuatannya.
Comments
Post a Comment
Silakan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan