Hadist No. 101-150


πŸ“˜ Bab 101. Jangan Mencela Makanan Dan Sunnahnya Memuji MakananπŸ“˜ Bab 102. Apa-apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Mendatangi Makanan Ketika Ia Sedang Berpuasa Dan Tidak Hendak Berbuka
πŸ“˜ Bab 103. Apa Yang Diucapkan Oleh Orang Yang Diundang Untuk Menghadiri Jamuan Makanan Lalu Diikuti Oleh Orang Lain (Tanpa Diundang)πŸ“˜ Bab 104. Makan Dari Apa-apa Yang Ada Di Dekatnya, Menasihati Serta Mengajarkannya Budi Pekerti Pada seorang Yang Buruk Tata Kramanya Ketika Makan
πŸ“˜ Bab 105. Larangan Mengumpulkan Dua Buah Kurma Atau Lain-lainnya Jikalau Makan Bersama-sama Kecuali Dengan Izin Kawan-kawannyaπŸ“˜ Bab 106. Apa-apa Yang Diucapkan Dan Dilakukan Oleh Orang Yang Makan Dan Tidak Sampai Kenyang
πŸ“˜ Bab 107. Perintah Makan Dari Tepi Piring Dan Larangan Makan Dari TengahnyaπŸ“˜ Bab 108. Makruhnya Makan Sambil Bersandar
πŸ“˜ Bab 109. Sunnahnya Makan Dengan Menggunakan Tiga Jari Dan Sunnahnya Menjilati Jari-jari Serta Makruhnya Mengusap Jari-jari Sebelum Menjilatinya, Juga Sunnahnya Menjilati Piring Dan Mengambil Suapan Yang Jatuh Daripadanya Terus Memakannya, Juga Bolehnya Mengusapkan Jari-jari Yang Sudah Dijilati Pada Kaki Dan Lain-lain SebagainyaπŸ“˜ Bab 110. Memperbanyakkan Tangan Pada Makanan (Yakni Hendaknya Ketika Makan Itu Beserta Orang Banyak)
πŸ“˜ Bab 111. Kesopanan-kesopanan Minum Dan Sunnahnya Bernafas Tiga Kali Di Luar Wadah Serta Makruhnya Bernafas Di Dalam Wadah Dan Sunnahnya Memutarkan Wadah Pada Orang Yang Sebelah Kanan Lalu Yang Sebelah Kanan Lagi Sesudah Orang Yang Memulai Minum ItuπŸ“˜ Bab 112. Makruhnya Minum Dari Mulut Girbah (Tempat Air Dari Kulit) Dan Lain-lainnya Dan Uraian Bahwasanya Hal Itu Adalah Makruh Tanzih Dan Bukan Haram
πŸ“˜ Bab 113. Makruhnya Meniup Dalam MinumanπŸ“˜ Bab 114. Uraian Tentang Bolehnya Minum Sambil Berdiri Dan Uraian Bahwa Yang Tersempurna Dan Termulia Ialah Minum Sambil Duduk
πŸ“˜ Bab 115. Sunnahnya Orang Yang Memberi Minum Orang Banyak Supaya Ia Minum Terakhir SekaliπŸ“˜ Bab 116. Bolehnya Minum Dari Segala Macam Wadah Yang Suci Selain Yang Terbuat Dan Emas Dan Perak Dan Bolehnya Mengokop Yaitu Minum Langsung Dengan Mulut Dan Sungai Atau Lain-lain Tanpa Menggunakan Wadah Atau Tangan, Juga Haramnya Menggunakan Wadah Yang Terbuat Dari Emas Atau Perak Di Waktu Minum, Makan, Bersuci Dan Penggunaan Lainnya
πŸ“˜ Bab 117. Kitab Pakaian Sunnahnya Mengenakan Pakaian Putih Dan Bolehnya Mengenakan Pakaian Berwarna Merah, Hijau, Kuning, Hitam, juga Bolehnya Mengambil Pakaian Dari Kapuk, Katun, Rambut, Bulu Dan Lain-lain Lagi Kecuali SuteraπŸ“˜ Bab 118. Sunnahnya Mengenakan Baju Gamis
πŸ“˜ Bab 119. Sifat Panjangnya Gamis, Lubang Tangan Baju, Sarung, Ujung Sorban Dan Haramnya Memanjangkan Sesuatu Dari Yang Tersebut Di Atas Karena Maksud Kesombongan Dan Kemakruhannya Jikalau Tidak Karena Maksud KesombonganπŸ“˜ Bab 120. Sunnahnya Meninggalkan Yang Tinggi-tinggi (Yakni Yang Terlampau Indah) Dalam Hal Pakaian Karena Maksud Merendahkan Diri
πŸ“˜ Bab 121. Sunnahnya Bersikap Sedang (Sederhana) Dalam Pakaian Dan jangan Merasa Cukup Dengan Apa Yang Menyebabkan Celanya Yang Tidak Ada Kepentingan Atau Tidak Ada Tujuan Syara' Untuk ItuπŸ“˜ Bab 122. Haramnya Berpakaian Sutera Untuk Kaum Lelaki, Haramnya Duduk Di Atasnya Atau Bersandar Padanya Dan Bolehnya Mengenakannya Untuk Kaum Wanita
πŸ“˜ Bab 123. Bolehnya Mengenakan Pakaian Sutera Untuk Orang Yang Berpenyakit Gatal-gatalπŸ“˜ Bab 124. Larangan Duduk Di Atas Kulit Harimau Dan Naik Di Atas Harimau
πŸ“˜ Bab 125. Apa Yang Diucapkan Jikalau Mengenakan Pakaian Baru, Terompah (Sandal) Dan SebagainyaπŸ“˜ Bab 126. Sunnahnya Memulai Pada Anggota Kanan Dalam Mengenakan Pakaian
πŸ“˜ Bab 127. Kitab Kesopanan Tidur, Adab-adab Kesopanan Tidur Dan BerbaringπŸ“˜ Bab 128. Bolehnya Tidur Telentang Atas Tengkuk Leher, juga Meletakkan Salah Satu Dari Kedua Kaki Jikalau Tidak Dikhawatirkan Terbukanya Aurat Dan Bolehnya Duduk Dengan Bersila Dan Duduk Ihtiba' (Yakni Duduk Berjongkok Sambil Membelitkan Sesuatu Dari Pinggang Ke Lutut Atau Tangannya Merangkul Lutut)
πŸ“˜ Bab 129. Adab-adab Kesopanan Dalam Majelis Dan Kawan DudukπŸ“˜ Bab 130. Impian Dan Apa-apa Yang Berhubungan Dengan Impian Itu
πŸ“˜ Bab 131. Kitab Bersalam, Keutamaan Mengucapkan Salam Dan Perintah Untuk MenyebarkannyaπŸ“˜ Bab 132. Kaifiyat (Tata Cara) Bersalam
πŸ“˜ Bab 133. Adab-adab Kesopanan BersalamπŸ“˜ Bab 134. Sunnahnya Mengulangi Salam Kepada Orang Yang Berulang Kali Pula Bertemu Dengannya Sekalipun Dalam Waktu Dekat, Seperti Ia Masuk Lalu Keluar Lalu Masuk Lagi Seketika Itu Ataupun Dihalang-halangi Oleh Pohon Dan Sebagainya Antara Kedua Orang Itu
πŸ“˜ Bab 135. Sunnahnya Mengucapkan Salam Jikalau Memasuki RumahnyaπŸ“˜ Bab 136. Mengucapkan Salam Kepada Anak-anak
πŸ“˜ Bab 137. Salamnya Seorang Lelaki Kepada Istrinya Dan Wanita Yang Menjadi Mahramnya Atau Kepada Orang Lain (Yakni Bukan Istri Atau Mahram), Sendiri atau Banyak Yang Tidak Dikhawatirkan Timbulnya Fitnah Dengan Mereka Itu, Demikian Pula Salam Kaum Wanita Itu Pada lelaki Dengan Syarat Tidak Menimbulkan FitnahπŸ“˜ Bab 138. Haramnya Kita Memulai Bersalam Kepada Orang-orang Kafir Dan Caranya Menjawab Salam Kepada Mereka Dan Sunnahnya Mengucapkan Salam Kepada Orang-orang Yang Ada Di Dalam Majelis Yang Di Antara Mereka Ada Kaum Muslimin Dan Kaum Kafirin
πŸ“˜ Bab 139. Sunnahnya Memberikan Salam Jikalau Hendak Berdiri Meninggalkan Majelis Dan Memisahkan Diri Dari Kawan-kawan Duduknya, Baik Banyak Ataupun SeorangπŸ“˜ Bab 140. Meminta Izin Dan Adab-adab Kesopanannya
πŸ“˜ Bab 141. Menerangkan Bahwa Sunnah Hukumnya Apabila Kepada Orang Yang Meminta Izin Ditanyakan: "Siapakah Engkau?" Supaya Mengucapkan "Fulan" Dengan Menyebut Nama Dirinya Yang Mudah Dikenali, Baik Nama Sendiri Atau Nama Panggilannya Dan Makruhnya Mengucapkan: "Saya" Dan Yang Seumpamanya (Yang Sulit Dikenali)πŸ“˜ Bab 142. Sunnahnya Mentasymitkan (Mendoakan Agar Dikaruniai Kerahmatan Oleh Allah Dengan Mengucapkan: Yarhamukallah) Kepada Orang Yang Bersin, Jikalau Ia Memuji Kepada Allah Ta'ala (Yakni Membaca Alhamdulillah) Dan Makruh Mentasymitkannya Jikalau Ia Tidak Memuji Kepada Allah Ta'ala, Begitu Pula Uraian Tentang Adab-adab Kesopanan Bertasymit, Bersin Dan Menguap
πŸ“˜ Bab 143. Sunnahnya Berjabatan Tangan Ketika Bertemu Dan Menunjukkan Muka Yang Manis, Juga Mencium Tangan Orang Shalih Dan Mencium Anaknya, Serta Merangkul Orang Yang Baru Datang Dan Berpergian Dan Makruhnya Membungkukkan Badan Dalam Memberi PenghormatanπŸ“˜ Bab 144. Kitab Perihal Menjenguk Orang Sakit, Mengiringi Jenazah, Menshalatinya, Menghadiri Pemakamannya dan Berdiam Sementara Di Sisi Kuburnya Sesudah Dikuburkan
πŸ“˜ Bab 145. Ucapan Yang Dapat Digunakan Untuk Mendoakan Orang SakitπŸ“˜ Bab 146. Sunnahnya Menanyakan Kepada Keluarga Orang Yang Sakit Tentang Keadaan Orang Yang Sakit Itu
πŸ“˜ Bab 147. Apa yang Diucapkan Oleh Orang Yang Sudah Putus Harapan Dari Hidupnya Karena Sakitnya Sudah Dirasa Sangat Parah Sekali Dan Tidak Akan Sembuh LagiπŸ“˜ Bab 148. Sunnahnya Berwasiat Kepada Keluarga Orang Yang Sakit Dan Orang Yang Melayani Orang Yang Sakit Itu Supaya Berbuat Baik Padanya, Menahan Diri Dan Sabar Pada Apa Yang Menyukarkan Perkaranya, Juga Berwasiat Untuk Kepentingan Orang Yang Sudah Dekat Sebab Kematiannya Dengan Adanya Had Atau Qishash Dan Lain-Lain Sebagainya
πŸ“˜ Bab 149. Bolehnya Seorang Yang Sakit Mengatakan: "Saya Sakit" Atau "Sangat Sakit" Atau "Panas" Atau "Aduh Kepalaku" Dan Lain Sebagainya Dan Uraian Bahwasanya Tidak Ada Kemakruhan Mengatakan Sedemikian Tadi, Asalkan Tidak Karena Timbulnya Kemarahan Dan Menunjukkan Kegelisahan Sebab Sakitnya TadiπŸ“˜ Bab 150. Mengajarkan (Mentalqin) Orang Yang Sudah Hampir Didatangi Oleh Ajal Kematiannya Dengan Ucapan "La ilaha illallah"

Bagikan ini :

Comments

Popular posts from this blog

Terjemahan Kitab Fathul Izar (Rahasia Pernikahan)

Terjemahan Kitab Mukasyafah Al-Qulub (Bening Hati Dengan Ilmu Tasawuf)

Terjemahan Kitab Qami' Ath-Thughyan (77 Cabang Iman)

101 Hadist Tentang Budi Luhur

Terjemahan Kitab Nashoihul Ibad

Terjemahan Kitab Alala Tanalul ‘Ilma